BPPKAD | Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah | Kabupaten Grobogan

DSC03893Rencana eksploitasi minyak yang dilakukan Perusda Purwa Aksara resmi dimulai, Senin (27/2/2017). Eksploitasi perdana ditandai dengan menyalakan tombol mesin penarik minyak dari dalam tanah dan pengguntingan pita yang dilakukan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Proses eksploitasi perdana ditempatkan di salah satu sumur minyak tua peninggalan Belanda yang berada di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus. Eksploitasi minyak dari sumur tua di lakukan Purwa Aksara bekerjasama dengan PT Nureka dengan sistem bagi hasil.

Acara eksploitasi perdana juga dihadiri Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto dan Direktur PT Nureka Samsul Arifin. Terlihat pula, Direktur Purwa Aksara Myra Heltyani dan para direktur perusda lainnya serta sejumlah pejabat terkait.

Kabag Perekomian Anang Armunanto berharap, kegiatan eksploitasi minyak tersebut nantinya bisa berhasil sesuai rencana. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan kontribusi pendapatan para pemerintah daerah dan membawa manfaat bagi warga sekitar.

“Kerjasama eksploitasi di 27 sumur dilakukan dengan skema bagi hasil. Yakni 90 persen untuk PT Nureka dan 10 persen untuk Purwa Aksara,” jelasnya.

Sementara itu, Agus Amperianto memuji keberanian Purwa Aksara dan investor PT Nureka untuk memulai eksploitasi di tengah harga minyak yang belum stabil. Menurut Agus, harga minyak dunia saat ini berada pada kisaran 50-55 USD Dollar. Sedangkan harga minyak ideal ada pada kisaran 60-70 USD Dollar.

“Dari pengalaman pengelolaan sumur minyak tua selama ini, para investor biasanya akan menghentikan lifting saat harga minyak di bawah 60 USD Dollar. Oleh sebab itu, saya merasa salut dengan keberanian memulai eksploitasi saat harga minyak belum bagus. Semoga eksploitasi disini bisa menghasilkan minyak sesuai harapan bersama,” katanya. DNA